Aktivitas

Jalan Suryakencana Kala Malam: Denyut Kuliner Bogor

Jalan Suryakencana Kala Malam: Denyut Kuliner Bogor

Tanya warga Bogor mana tempat makan terbaik, jawabannya satu kata: Surken. Jalan Suryakencana, tulang punggung pecinan lama kota ini, sudah memberi makan orang selama lebih dari seabad. Siang hari ia jalan pasar yang sibuk; kala malam ia jadi food hall terbuka, dan tanpa berlebihan, salah satu deretan kuliner kaki lima terbaik di Jawa Barat.

Apa yang dimakan

Ini kandang beberapa legenda Bogor. Mulai dengan soto mie — sup mi berkuah sapi yang segar dengan potongan risol — lalu lanjut ke laksa Bogor, lebih gurih dan berempah daripada sepupu pesisirnya, dan doclang, piring lontong bumbu kacang yang sulit ditemukan jauh di luar kota.

Sisakan ruang untuk asinan Bogor, salad buah dan sayur asam-manis, dan tutup dengan es pala atau secangkir bandrek hangat kalau malam mulai sejuk.

Urutan makan yang longgar

  1. Sup gurih dulu — soto mie atau laksa Bogor
  2. Piring nasi atau lontong — doclang atau lontong sayur
  3. Yang segar — asinan Bogor untuk memotong rasa gurih
  4. Manis penutup — es pala, atau martabak untuk dibawa

Cara menikmatinya dengan baik

  • Datang lapar dan cicip beberapa lapak, jangan kenyang di satu tempat
  • Bawa uang tunai pecahan kecil — kebanyakan gerobak tak terima kartu
  • Makan di tempat antrean warga paling panjang; perputaran cepat berarti segar
  • Datang mulai sekitar pukul 18.00; banyak lapak terbaik hanya buka malam
  • Hati-hati lalu lintas — ini jalan aktif, bukan area pejalan kaki

Cara ke sana dari HEBE

Suryakencana membentang di sisi selatan Kebun Raya, dekat pusat kota. Dari HEBE Hostel, cukup naik Grab singkat atau jalan kaki, dan kamu bisa menyusuri pagar kebun untuk sampai ke ujung jalan. Datang dengan perut kosong; pulang dengan perut sangat penuh.

Jalan yang sarat sejarah

Suryakencana adalah tulang punggung pecinan lama Bogor, dan perpaduan di piringmu menceritakan kisah itu: masakan Tionghoa, Sunda, dan Betawi yang berbaur di sini selama lebih dari seabad. Kelenteng Hok Tek Bio di tengah jalan adalah salah satu yang tertua di kota dan layak disinggahi sejenak dengan hormat di sela santapan.

Warisan itulah yang membuat makanannya begitu enak. Resep di sini disempurnakan lintas generasi lapak keluarga, masing-masing menjaga versi soto mie atau laksanya sendiri. Kamu bukan sekadar makan malam; kamu mencicipi sejarah berlapis kota ini.

Jangan patok satu menu. Susuri seluruh jalan sekali untuk melihat semuanya, lalu balik dan makan di tempat yang warganya berkerumun tiga lapis.

Denyut jantung kota

Lebih dari sekadar makan, Surken adalah tempat Bogor paling menjadi dirinya — uap, motor, neon, dan generasi keluarga memasak resep yang tak pernah ditulis. Kembalilah ke HEBE Hostel dengan bahagia dan kekenyangan, lalu ulangi esok malam dengan daftar berbeda.

Cerita terkait